(Berita Daerah - Jawa ) - Mobil pemudik dengan nomor polisi luar Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat memadati Jalan Malioboro untuk sekadar lewat maupun ada keperluan lain, karena biasanya pemudik suka makan di pedagang lesehan di kawasan itu.
Komandan Regu III Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Yogyakarta Yudi Lestari di Posko Pengaduan Malioboro, mengatakan, sebagian besar mobil pemudik tersebut bernomor polisi B (Jakarta), F (Bogor), dan D (Bandung).
"Setiap jam di Jalan Malioboro melintas antara 40 hingga 50 mobil dengan nomor polisi luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," katanya.
Menurut dia, selain dipadati mobil pemudik Lebaran, Jalan Malioboro dari ujung utara hingga ujung selatan Jalan Ahmad Yani juga dipadati sepeda motor yang umumnya dikendarai warga Kota Yogyakarta dan sekitarnya.
Ia mengatakan pada H-1 Lebaran atau Kamis, merupakan puncak kepadatan kendaraan, baik roda empat maupun roda dua yang melintas di jalan itu. "Kami perkirakan kepadatan kendaraan di Jalan Malioboro dan Ahmad Yani mulai berkurang pada H+2 atau Minggu malam menjelang berakhirnya libur Lebaran.
Yudi mengatakan pada hari biasa arus kendaraan tidak seramai Lebaran. Sejak H-7 mulai terlihat keramaian kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua yang melintas di jalan ini. Puncak kepadatan kendaraan di jalan itu terjadi pada H-1 Lebaran," katanya.
Sementara itu, kepadatan arus kendaraan roda dua atau sepeda motor juga tampak di Jalan Malioboro dan Ahmad Yani, di jantung kota Yogyakarta ini.
Dari pantauan, Jalan Mataram di kawasan timur Malioboro juga dipadati kendaraan pemudik terutama untuk berbelanja makanan khas Yogyakarta seperti bakpia, geplak, dan yangko.
(fb/FB/ant)
|