




Foto:bd-ant
(Berita Daerah-Papua) Tokoh Perempuan dari masyarakat Adat Amungme- Komoro, Helena Beanal menyatakan, sejak masyarakat adat Komoro dan Amungme menuntut perhatian bagi hasil atas tanah ulayatnya yang sekarang menjadi wilayah beroprasinya PT.FI. maka bagi hasil satu persen harus jujur dilakukan Freeport.
Menurut Helena Beanal, kedua masyarakat adat masih mempertanyakan dana bagi hasil atau yang dikenal dana satu persen yang diperuntukkan bagi masyarakat suku asli di Timika.
“ Sejak pertama kali dana satu persen dikucurkan PT Freeport, memang masyarakat mendapatkan manfaat karena dana itu diperuntukkan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat asli tujuh suku, yang tujuannya memajukan ekonomi dan peternakan, seperti ternak babi, ayam, ikan, sayur mayur dan lainnya,” kata Helena Beanal.
Menurutnya, dana satu persen itu, tidak diketahui jelasnya berapa, dari pengalaman setiap tahun, dana satu persen yang dibagi Freeport untuk masing masing suku yang dikelola dalam kelompok- kelompok pemberdayaan mendapatkan Rp 5 juta hingga Rp 6 juta bila usaha yang dijalankan maju, maka akan diberikan bantuan dana bila tidak maka dana bantuan tidak diberikan.
(dn/DN/bd-bintangpapua.com)