ADVERTISEMENT
Freeport Diminta Jangan Potong Dana 1 Persen
Minggu, 5 Februari 2012

Foto:bd-ant

(Berita Daerah-Papua) Tokoh Perempuan dari masyarakat Adat Amungme- Komoro, Helena Beanal menyatakan, sejak masyarakat adat Komoro dan Amungme menuntut perhatian bagi hasil atas tanah ulayatnya yang sekarang menjadi wilayah beroprasinya PT.FI. maka bagi hasil satu persen harus jujur dilakukan  Freeport.

Menurut Helena Beanal, kedua masyarakat adat masih mempertanyakan dana  bagi hasil atau yang dikenal dana satu persen  yang diperuntukkan bagi masyarakat suku asli di Timika.


“ Sejak pertama kali dana satu persen dikucurkan PT Freeport, memang masyarakat mendapatkan manfaat karena dana itu diperuntukkan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat asli tujuh suku, yang tujuannya memajukan ekonomi dan peternakan, seperti ternak babi, ayam,  ikan, sayur mayur dan lainnya,” kata Helena  Beanal.

Menurutnya, dana satu persen itu, tidak diketahui jelasnya berapa, dari pengalaman setiap tahun, dana satu persen yang dibagi Freeport   untuk masing masing  suku yang dikelola dalam kelompok- kelompok pemberdayaan mendapatkan Rp 5 juta hingga Rp 6 juta  bila usaha yang dijalankan maju, maka akan diberikan bantuan dana bila tidak maka  dana bantuan tidak diberikan.

(dn/DN/bd-bintangpapua.com)


Bookmark and Share
0 Komentar
Belum ada Comment
LEAVE A COMMENT
Nama * :
Email * : ( tidak ditampilkan )
Website :
Comment * :
Code * :
     
   
Berita Daerah adalah portal Web untuk pusat informasi berita daerah terbagi dalam berita Jawa, berita Papua, berita Sulawesi, berita Bali, berita Kalimantan, berita Sumatera, berita Maluku, berita NTT dan berita NTB. Dilengkapi dengan artikel daerah, riset daerah yang membahas tentang: bisnis daerah, investasi daerah, kebudayaan daerah, dan wisata daerah yang ada di Indonesia.
Jurnal
Budaya&
Wisata
Denyut
Sabang Merauke