




Foto;bd-ant
(berita Daerah-Nasional) Sebanyak 2.000 wisatawan mancanegara (wisman) dari sektor MICE (Meeting Incentive Conference and Exhibition) ditargetkan akan hadir dalam Pameran Filateli Dunia (World Stamp Championship) di Jakarta pada 18-24 Juni 2012.
"Kami harapkan pameran ini mampu mendatangkan sekurang-kurangnya 2.000 peserta dan pendukungnya, beserta keluarga mereka ke Indonesia khususnya Jakarta," kata Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), Let. Jend. (Purn) R. Soeyono, di Jakarta, Sabtu.
Soeyono berharap pameran itu akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisman dari mancanegara untuk datang ke Indonesia.
Apalagi di luar negeri, dunia filateli memiliki komunitas tersendiri yang jumlahnya banyak dan tersebar.
"Perposan Indonesia juga salah satu yang disegani di dunia karena kita memiliki historis khusus dan keterkaitan dengan Belanda yang dunia perposannya sudah maju sejak 1840," katanya.
Tak heran bila kemudian antusiasme pehobi filateli di berbagai belahan dunia demikian tinggi untuk berpartisipasi dalam acara pameran dan kompetisi yang akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut.
"Kami sebelumnya menyediakan 2.500 panel untuk kompetisi filatelis. Namun yang mendaftar ternyata mencapai 3.050 frame dari berbagai negara di dunia," kata Soeyono.
Indonesia sendiri dipercaya menjadi penyelenggara acara pameran filateli terbesar di dunia setelah melalui proses mengajukan diri atau bidding kemudian diaklamasikan di Portugal dalam pertemuan filatelis dunia pada 2010.
"Pameran ini akan menjadi ajang kompetisi para filatelis atau pehobi koleksi prangko dan benda pos lainnya dari seluruh seluruh dunia," katanya.
Pihaknya memproyeksikan pameran itu akan diikuti oleh para filatelis dari 70 anggota Federasi Filateli Dunia serta diramaikan oleh 100 stamp dealer dari dalam dan luar negeri.
Sampai saat ini, sudah sebanyak 65 federasi filateli dari seluruh dunia menyatakan akan ikut serta dalam pameran di Indonesia tersebut.
"Sebanyak 65 federasi filateli tersebut berasal dari Asia Pasifik," kata Soeyono.
Dari jumlah itu, sebanyak 22 di antaranya berasal dari China, Jepang, dan Australia, 29 federasi dari Eropa terdiri Inggris, Prancis, dan Jerman, 11 federasi dari Amerika yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Brasil, serta 3 federasi dari Afrika yakni Afrika Selatan, Mesir, dan Kongo.
Sebelumnya, Indonesia telah menggelar empat pameran serupa untuk tingkat dunia yaitu Indopex 93 di Surabaya, Jakarta 95 di Jakarta, Indonesia 96 di Bandung, dan Jakarta 2008 di Jakarta.
Pameran yang bertema Jembatan Menuju Dunia yang Damai melalui Prangko (Bridging to The World of Peace Through Stamp) bertujuan meningkatkan persahabatan para filatelis dunia sekaligus menciptakan perdamaian dunia serta memajukan perfilatelian dalam berbagai aspek.
"Kegiatan ini sekaligus untuk merayakan HUT Kota Jakarta ke-485, memperingati hari lahirnya Pancasila ke-67, serta menyongsong HUT Proklamasi RI ke-67," katanya.
Ia menambahkan, pameran itu juga bertujuan untuk membangkitkan kehidupan perfilatelian di Tanah Air.
Edisi Khusus
Sementara itu Kepala Divisi Regional IV PT Pos Indonesia, GNP Sugiarta Yasa, mengatakan, pihaknya menerbitkan edisi khusus (prangko dalam kemasan khusus, jumlah terbit, dan harga nominal yang khusus) sebanyak 14 kali penerbitan selama 2011 dan 2012 untuk menyambut pameran itu.
"Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pendanaan untuk pembiayaan Indonesia 2012," kata Sugiarta Yasa.
Ia mengatakan, tema dan disain edisi khusus itu mengusung kebudayaan Tanah Air (tenun dan batik yang berasal dari 33 provinsi), warisan budaya takbenda yang telah diakui UNESCO, shio, flora, dan fauna.
Pihaknya menyatakan akan terus bekerja sama dengan komunitas pehobi prangko dan benda pos yakni Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) untuk menjadikan prangko dan benda pos lainnya sebagai komunitas hobi yang semakin bernilai.
(dn/DN/bd-ant)