




Foto:bd-ant
(Berita Daerah-Nasional) Pelaku Koperasi dan UMKM di seluruh Tanah Air segera mendapat kucuran pinjaman dana bergulir sebesar Rp3 triliun dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)-KUMKM, demikian disampaikan Dirut LPDB-KUMKM.
"Dana bergulir dari APBN untuk disalurkan pada 2012 sebesar Rp1,3 triliun dan kami menjalin kemitraan dengan beberapa perbankan sehingga KUMKM bisa mendapatkan akses pinjaman total Rp1,7 triliun. Dengan demikian diharapkan tahun ini ada dana bergulir untuk KUMKM Rp3 triliun," kata Dirut LPDB-KUMKM, Kemas Danial, di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, dalam APBN 2012 hanya teralokasikan dana bergulir sebesar Rp1,3 triliun sementara jumlah proposal yang masuk ke LPDB KUMKM sudah mencapai 6.000 proposal.
Dari 6.000 proposal itu total permintaan pinjaman dana bergulir dari pelaku KUMKM di berbagai provinsi di Indonesia mencapai Rp20 triliun.
"Oleh karena itu kami menjalin kerja sama dengan perbankan dan BUMN sebagai terobosan agar semakin banyak KUMKM mendapat suntikan modal," katanya.
Pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan perbankan meliputi BTN, Bank Mandiri, Bank Bukopin, dan BNI serta Jamsostek dan Pegadaian.
Kemas mengatakan, total penerima dana bergulir pada 2012 sebesar 1.233 unit koperasi dan 90.131 UMKM.
"Tahun ini kami tetap memprioritaskan penyaluran dana bergulir kepada koperasi sebesar 90 persen dan sisanya 10 persen dialokasikan kepada lembaga keuangan baik bank maupun bukan bank," katanya.
Proyeksi penyaluran per-provinsi didasarkan pada jumlah koperasi aktif di masing-masing provinsi.
Terkait tingkat kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) dana bergulir sampai saat ini tercatat di bawah 0,5 persen.
Kemas mengatakan, untuk mengendalikan tingkat NPL serendah mungkin pihaknya memiliki divisi khusus yakni bagian Pengendalian Piutang yang bertugas memonitor lancar tidaknya pembayaran dan pengembalian pinjaman dana bergulir.
(dn/DN/bd-ant)