




Foto:bd-ant
(Berita Daerah-Maluku) PT. Pelni Cabang Ambon masih menunggu permintaan Pemerintah provinsi Maluku tentang kebutuhan kapal untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional ke-XXIV di Maluku Juni 2012.
"Pelni siap mensukseskan kegiatan MTQ nasional di Maluku, tapi sejauh ini belum ada pemberitahuan lanjutan dari Pemprov mengenai jumlah kapal yang dibutuhkan untuk menambah rute pelayaran dalam mengangkut para kafilah dari berbagai daerah," kata Kepala PT. Pelni cabang setempat, Didiek Dwi Prasetio di Ambon.
Ia mengatakan, PT. Pelni telah menyiapkan sejumlah armada kapal untuk melalayari rute tambahan dalam mengangkut para kafilah kalau sudah ada permintaan resmi dari pemerintah daerah.
"Kalau sudah ada pemberitahuan resmi maka kami siap mengoperasikan armada kapal untuk menyinggahi sejumlah rute pelayaran dari kawasan barat dan tengah menuju Kawasan Timur Indonesia," katanya. Dicontohkan, KM. Lambelu yang melayari rute Jakarta - Surabaya - Makassar - Bau-Bau - Ambon - Bitung - Ternate -Namlea sudah bisa mengangkut kafilah dari setiap pelabuhan yang disinggahi. Diungkapkan pula, Pemprov Maluku masih melakukan koordinasi dengan PT. Pelni pusat dan Kemenhub untuk mengusulkan penambahan satu kapal yang dijadikan hotel terapung.
Dalam rapat-rapat koordinasi awal yang dilakukan pemerintah daerah juga sudah ditetapkan penyiapan sebuah kapal milik PT. Pelni sebagai hotel terapung yang menampung para khafilah, namun semakin besarnya animo masyarakat dari 32 provinsi menghadiri kegiatan ini maka diusulkan lagi penambahan satu kapal Pelni untuk dijadikan hotel apung.
"Namun untuk menentukan kapal mana yang akan dijadikan hotel terapung, nantinya akan diputuskan oleh PT. Pelni pusat bersama Kementerian Perhubungan," kata Didiek Dwi Prasetio.
MTQ nasional ke-XXIV di Kota Ambon rencananya dihadiri sekitar 3.000 orang dari 32 provinsi ditambah Maluku selaku tuan rumah, namun belakangan minat masyarakat yang datang semakin bertambah sehingga dijadwalkan lebih dari 4.000 orang akan hadir, terdiri dari para kafilah, pendamping maupun peserta penggembira.
Meningkatnya minat masyarakat itu mendorong Pemprov Maluku bersama panitia penyelenggara mengusulkan penambahan dua kapal Pelni untuk dijadikan hotel terapung.
Daya tampung kamar hotel, penginapan, pastori (tempat tinggal pendeta) dan wisma Gozalo milik Keuskupan Amboina ditargetkan mencapai sekitar 6.000 kamar.
(dn/DN/bd-ant)