




Foto:bd-ant
(Berita Daerah-Jawa), Memberi cokelat sebagai pengganti angpao bagi warga Tionghoa yang belum menikah bisa menjadi pilihan saat merayakan Imlek. Peluang ini dibidik pemilik Rumah Cokelat di Jalan Pekunden Dalam, Semarang, Jawa Tengah.
Rumah Cokelat menyediakan aneka hadiah Imlek berbahan cokelat dalam aneka bentuk yang menarik. Cokelat-cokelat itu dimasukkan ke dalam kotak khusus, agar tidak cepat rusak dan memudahkan pengiriman.
Cokelat Imlek itu dijual secara online. Namun, tidak sedikit pelanggan yang membeli secara langsung. Jojo Maksae, misalnya.
"Cokelat kami dipilih sebagai hadiah Imlek bagi anak muda, karena dalam tradisi Tionghoa bagi yang masih lajang dilarang memberi hadiah dalam bentuk uang. Harganya pun terjangkau," ujar Leni, pemilik Rumah Cokelat, Ahad (21/1).
Selain di Semarang, cokelat Imlek itu juga banyak diminati pembeli dari luar kota, seperti Kudus, Kendal, dan Ungaran. Harganya mulai dari Rp 12.500 hingga Rp 50.000 per kotak, tergantung bentuk dan ukuran.
Jelang Imlek, omset Rumah Cokelat naik hingga 50 persen.
(es/ES/bd-http://berita.liputan6.com)