




Foto;bd-dtc
(Berita Daerah-Jabodetabek) Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) tahap I sudah dibuka untuk umum sejak Jumat (27/1) kemarin pukul 14.00 WIB. Namun pengemudi kesulitan masuk ke pintu tol karena tidak adanya penunjuk arah.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Sabtu (28/1), menjajal tol itu, terlihat pintu masuk ke arah tol tidak diberi petunjuk. Pengemudi harus berjibaku dengan pengendara lainnya yang sedang terjebak macet karena lampu merah di jalan Raya Bogor ke arah Bogor, Jawa Barat.
Setelah masuk di Pintu tol Cisalak 1 yang terdiri dari 3 pintu, pengemudi diberi kartu tanda masuk tol elektronik. Memasuki tol itu, jalanan hanya ditempuh sekitar 5 km menuju Tol Jagorawi. Jalan tol yang masih sepi itu bisa ditempuh dengan kecepatan sekitar 100 km/jam.
Kemudian di pintu pertemuan tol Jagorawi, pengemudi harus membayar tiket Rp 2.500. Jangan salah sangka, ternyata tiket itu untuk tol Jagorawi. Sebab tol Cijago masih menggratiskan biaya tiket hingga sepekan mendatang. Biaya yang dipatok sekitar Rp 3 ribu- Rp 4 ribu.
Menurut salah seorang pekerja tiket tol, pembayaran tol Rp 2.500 sudah dimulai sejak Jumat malam. Namun pembayarannya untuk tol Jagorawi. "Mulai bayar pekan depan," kata pekerja itu.
Kemudian saat keluar tol itu di pintu tol Cisalak. Saat keluar ada lampu merah di tengah jalan yang belum dipasang dan dipindahkan. "Intinya, pengaturan di persimpangan Jalan Juanda belum benar sehingga menyebabkan macet," ujar pengemudi yang melewati tol Cijago, Riko.
Tol Cijago tahap I sudah dibuka untuk umum oleh Menteri PU Djoko Kirmanto kemarin siang. Harga tiket tol ini masih gratis karena masih tahap sosialisasi selama sepekan. Sedangkan Tol Cijago tahap II masih dalam proses. Total penyelesaian tol Cijago ditargetkan selesai pada 2014.
(dn/DN/bd-dtc)