




Foto:bd-ant
(Berita Daerah-Bali) Maskapai penerbangan PT Transnusa Air Services segera membuka rute penerbangan dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, ke Dili, Timor Leste, dan Darwin, Australia.
"Untuk melayani rute penerbangan Kupang-Dili dan Kupang-Darwin, pada kuartal keempat tahun ini kami akan membeli enam unit pesawat jenis Fokker lagi," kata Manajer Pengembangan Bisnis Transnusa, Budhy Syahroni Karsidin, di Kuta, Bali, Sabtu.
Sejak memperoleh sertifikat operator udara (AOC) pada tahun lalu, pemerintah mewajibkan Transnusa mengoperasikan sedikitnya sepuluh unit pesawat untuk rute penerbangan di kawasan timur Indonesia.
Sampai saat ini Transnusa memiliki enam armada yang terdiri dari empat jenis Fokker dan dua British Aero Space. "AOC ini kami gunakan untuk menyambut persaingan bisnis angkutan udara dalam `ASEAN Open Sky`," katanya dalam acara "Transnusa Corporate and Agent Gathering" itu.
Dalam surat izin usaha, Transnusa mencantumkan 37 rute penerbangan di kawasan timur Indonesia. Hingga saat ini maskapai penerbangan yang berpusat di Kupang itu sudah melayani 50 persen rute penerbangan sebagaimana dalam surat izin usaha, terutama daerah kepulauan di NTT, seperti Flores, Ruteng, Labuhan Bajo (Pulau Komodo), Maumere, Waingapu, dan Alor.
Mengingat rute-rute tersebut sering kali terkendala cuaca, Transnusa merekrut tenaga ahli dari Belanda, Mike Binen. Pria yang berpengalaman selama 25 tahun di pabrik Fokker itu direkrut sebagai Direktur Teknik Transnusa.
"Tujuan merekrut tenaga ahli dari Belanda itu karena dalam memberikan pelayanan, kami mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang," kata Budhy.
Selain itu, sejak Desember 2011, Transnusa juga telah membuka rute penerbangan langsung dari Kupang menuju Makassar. "Jika selama ini penumpang pesawat dari Kupang tujuan Makassar harus transit dulu di Denpasar atau Surabaya, maka kami bisa melakukan penerbangan langsung dari Kupang ke Makassar," katanya.
Sementara itu, untuk rute penerbangan dari Kupang ke kota-kota besar di Pulau Jawa, Transnusa bekerja sama dengan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.
Transnusa berdiri pada Agustus 2005 untuk melayani penerbangan di wilayah NTT dengan mengoperasikan pesawat carteran milik Trigana dan Pelita Air Services.
Pada 2007, Transnusa dipercaya untuk menangani pemesanan tiket maskapai Mandala Air. Kemudian pada 2009-2010, Transnusa menggandeng lima maskapai penerbangan, yakni Riau Air, Avia Star, Mandala, Sriwijaya, dan Indonesia Air Transpor.
Transnusa setiap hari juga melayani rute penerbangan Denpasar-Mataram, Denpasar-Kupang, dan Kupang-Makassar.
(dn/DN/bd-ant)