ADVERTISEMENT
Indeks Jurnal
Rabu, 22 Februari 2012
Emas Buru Sebabkan Inflasi
Selasa, 21 Februari 2012
Petani Enggan Tanam Padi
Senin, 20 Februari 2012
Garuda Terbang ke Ambon
Rabu, 15 Februari 2012
Jalur Putus, Semen Pun Langka
1 2 3 >  >>
Gernas Kakao Akan Hadir di Malteng
Jumat, 27 Januari 2012

Foto:bd-ant

(Berita Daerah-Maluku) Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff, mencanangkan penanaman perdana kakao seluas 500 hektarE di kabupaten Maluku Tengah.

Penanaman perdana yang dilakukan Wagub Assagaff bersama Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikal, serta sejumlah kepala Dinas Pemprov Maluku itu, dipusatkan di Kelurahan Holo, kecamatan Teon Nila Serua (TNS).

Kadis Pertanian Maluku, Syuryadi Sabirin, pada kesempatan itu mengatakan, Maluku merupakan salah satu dari sembilan provinsi di Indonesia yang diproritaskan untuk pengembangan program Gernas kakao selama tiga tahun sejak tahun 2009. Program ini memiliki sasaran meningkatkan produktivitas dan mutu kakao serta kesejahteraan petani.

Pada tahun 2009 program ini hanya dilaksanakan di dua kabupaten yakni Seram Bagian Barat (SBB) dan Buru masing-masing 1.600 hektare, dengan 800 hektare untuk peremajaan dan sisanya intensifikasi tanaman yang mati dan menurun produksinya karena terserang hama.

Sedangkan pada tahun 2010 dan 2011, Gernas ini dilakukan di tiga kabupaten, yakni SBB, Buru, dan Maluku Tengah.

"Proyek Gernas kakao tahun 2011 baru dilaksanakan penanaman akhir Desember di Kabupaten SBB dan Maluku Tengah hari ini (Kamis) dikarenakan keterlambatan pengadaan bibit unggul yang merupakan hasil pengembangan kultur jaringan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Jember, Jawa Timur," katanya.

Khusus untuk peremajaan di tiga kabupaten seluas 100 hektare dengan bantuan dana tugas pembantuan provinsi, masing-masing daerah memperoleh pupuk 60 kilogram per hektare, pestisida 0,5 liter per hektar, fungisida 0,2 liter per hektare serta bibit varietas Somatic Embryogenesis masing-masing 1.000 anakan per hektare, tanaman inter crops, satu unit gunting galah untuk setiap hektare, satu unit traktor tangan untuk lima hektare serta dana insentif masing-masing Rp750 ribu per hektare.

Sedangkan untuk intensifikasi masing-masing kabupaten mendapatkan jatah 400 hektare, pupuk 320 kilogram per hektare, pestisida 0,8 liter per hektare, enam paket feromone per hektare, gunting galah satu buah per hektare, hand prayer satu buah untuk lima hektare dan dana insentif Rp750 ribu per hektare.

"Khusus di kelurahan Holo dilakukan intensifikasi lahan seluas 100 hektare dan dikerjakan oleh empat kelompok tani," ujarnya.

Kegiatan pembibitan di kelurahan itu telah dilakukan sejak 9 Oktober 2011 dengan bibit yang telah disalurkan tahap pertama sebanyak 74.610 anakan, sedangkan sisanya 25.390 akan disalurkan pada Februari 2012 setelah dilakukan sertivikasi bibit.

Dengan kegiatan Gernas Kakao ini diharapkan dapat meningkatkan produksi petani sebesar enam kilogram per pohon per tahun atau setara dengan enam ton per hektare per tahun.

"Bibit yang dikembangkan ini dalam kondisi optimal sudah akan berbuah pada usia 20 bulan dengan tingkat produksi maksimum enam kilogram per pohon per tahun atau setara enam ton per hektare dalam setahun.

Tekan Kemiskinan

Wagub Assagaff menegaskan, program Gernas kakao yang dikembangkan di Maluku tiga tahun terakhir akan meningkatkan kesejahteraan petani dan menurunkan atau menekan angka kemiskinan di daerah ini.

"Petani penerima bantuan ini harus bekerja keras dan bersungguh-sungguh mengembangkannya karena dampaknya sangat besar untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dalam kurun lima hingga 10 tahun mendatang," katanya.

Assagaff malah melakukan kalkulasi 500 hektare lahan yang mulai diintensifikasi dan diremajakan petani kecamatan Holo saat ini dikalikan dengan harga jual kakao yang berlaku saat ini sebesar Rp18.000 per kilogram, maka dalam setahun panen sudah menghasilkan lebih dari 100 juta.

"Hasil panen dalam setahun saja sudah melebihi hasil produksi padi petani di berbagai daerah di tanah air dan kesejahteraan warga Holo akan jauh meningkat dibanding petani lainnya," katanya.

Karena itu, Wagub mengingatkan warga setempat serius dan tidak "main-main" dalam mengolah dan mengembangkan kakao, sehingga berdampak besar menurunkan angkan kemiskinan di Maluku yang saat ini masih diatas 22 persen.

"Saya optimis target peningkatan pendapatan masyarakat di Maluku diatas Rp5 juta per orang akan tercapai pada tahun 2013 serta angka kemiskinan di provinsi ini dapat ditekan hingga mencapai 12,5 persen saja," katanya.

(dn/DN/bd-ant)


Bookmark and Share
1 Komentar
Eve, 2012-02-03|16:09:51
tindakan yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi kemiskinan
LEAVE A COMMENT
Nama * :
Email * : ( tidak ditampilkan )
Website :
Comment * :
Code * :
     
   
Berita Daerah adalah portal Web untuk pusat informasi berita daerah terbagi dalam berita Jawa, berita Papua, berita Sulawesi, berita Bali, berita Kalimantan, berita Sumatera, berita Maluku, berita NTT dan berita NTB. Dilengkapi dengan artikel daerah, riset daerah yang membahas tentang: bisnis daerah, investasi daerah, kebudayaan daerah, dan wisata daerah yang ada di Indonesia.